Lembah Harau dulunya dipercaya sebagai lautan. Hasil penelitian arkeologi dari Jerman pada tahun 1980 mengatakan kalau batuan perbukitan yang terdapat di Lembah Harau jenisnya batuan Breksi dan Konglomerat. Jenis batuan ini banyak terdapat di laut.

Disamping itu, kalau kita perhatikan saat masuk ke kawasan Lembah Harau, kita seperti berada dalam sebuah benteng yang melindungi dari serangan musuh paling berbahaya. Tinggi pagar tebingnya sekitar 150-200 meter berdiri tegak dengan kokohnya yang mengelilingi lembah.

Menurut hikayat setempat, dulunya di atas tebing berdiri sebuah kerajaan. Sedangkan lembahnya merupakan lautan. Suatu hari, putri kerajaan memilih terjun ke laut karena tak diizinkan menikah dengan lelaki yang disukainya. Sang raja lalu memerintahkan rakyatnya mencari jasad sang putri. Namun hingga laut dikeringkan, jenazah sang putri tetap tak ditemukan.

Dari sisa peninggalan Belanda yang terletak di kaki air terjun Sarasah Bunta menunjukkan kalau Lembah Harau sudah sering dikunjungi sejak 1926. Keindahan dan pesona Lembah Harau yang memiliki banyak misteri memang selalu mengundang banyak orang atau siapa saja yang penasaran untuk tinggal dan menikmati pemandangan yang eksotis sekaligus menentramkan.  

Bagaimana dengan legenda Harimau Lembah Harau? Adalah cerita penduduk yang mempercayai adanya harimau siluman yang hidup di lembah Harau. Penduduk setempat menyebutnya inyiak. Saat masuk gerbang lembah Harau, belok ke kiri dan terus masuk ke dalam Anda melewati tiga kampung, sampailah di daerah tujuh bukit yang ada sebuah goa.

Di goa inilah bertapa seorang pendekar sakti menjelma menjadi inyiak. Pertapa inilah yang menguasai Lembah Harau. Bahkan mampu menguasai gunung Singgalang dan gunung Merapi. 

Saat ini kawasan Lembah Harau sudah menjadi Taman Wisata Lembah Harau dan mempunyai tujuh air terjun (sarasah) yang mempesona. Ketinggian masing-masing air terjun berbeda-beda antara 50-90 meter. Air terjun mengalir dari atas jurang.

Di cagar alam dan suaka margasatwa Lembah Harau terdapat berbagai spesies tanaman hutan hujan tropis dataran tinggi yang dilindungi, plus sejumlah binatang langka asli Sumatera seperti Monyet ekor panjang (Macaca fascirulatis) merupakan hewan yang sering terlihat di kawasan ini.

Comments

comments