Sadarkah kamu, gawai yang kita pegang sehari-hari dan bawa ke mana-mana ini sebenarnya dapat menjadi alat yang sangat ampuh untuk melestarikan budaya Indonesia. Salah satu cara sederhananya adalah dengan memanfaatkannya untuk merekam berbagai momen budaya.

Mobile Project Competition yang diselenggarakan oleh Rekam Indonesia dan Good News From Indonesia, bekerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. adalah sebuah upaya mendorong sebanyak mungkin orang untuk membuat konten terkait budaya Indonesia dengan menggunakan peralatan yang hampir semua orang punya: kamera telepon seluler (ponsel).

Diharapkan, ketika semakin banyak aktivitas budaya terekam oleh sebanyak mungkin orang, akan dapat membangun kesadaran masyarakat agar semakin mencintai dan merawat budaya tanah air. Selain itu, konten budaya yang menyebarluas melalui berbagai platform digital, akan membuat berbagai bentuk budaya Indonesia kembali populer.

Berikut ini beberapa informasi yang bisa membantumu untuk mengetahui lebih detil tentang kompetisi merekam budaya:

Umum

Q: Apa contoh budaya Indonesia?
A: Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka. Misalnya: budaya yang berkaitan dengan upacara adat, tarian, permainan tradisional, olahan makanan, atraksi, seni tutur, seni kriya, seni rupa, pakaian, seni pertunjukan, musik, lagu, rumah, bangunan, dan lainnya.

Q: Apa harus budaya dari daerah sendiri yang bisa diikutkan dalam kompetisi ini?
A: Boleh budaya dari daerah sendiri, dan boleh budaya dari daerah lain, asalkan budaya Indonesia.

Q: Apakah peserta harus individu (sediri) atau bisa tim?
A: Kompetisi ini bisa diikuti oleh individu maupun kelompok (tim). Tidak ada batasan jumlah anggota tim. Jika ikut serta sebagai tim, yang didaftarkan adalah perwakilan dari tim (1 nama).

Q: Apa harus karya (foto/ video) terbaru?
A: Tidak harus karya baru. Asalkan sesuai persyaratan, karya lama pun boleh dikirim.

Q: Apa harus menggunakan kamera telepon seluler?
A: Wajib! Harus memakai kamera bawaan (internal) yang ada di telepon seluler. Tidak diperkenankan menggunakan kamera mirrorless, DSLR, action camera, dan kamera eksternal lainnya. Boleh memakai filter tambahan (misal fish eye) yag ditempelkan pada kamera ponsel.

Q: Apa boleh mengikutsertakan lebih dari satu karya?
A: Boleh mengirimkan/mengikutsertakan lebih dari satu karya. Jika ingin mendaftarkan karya yang lain, harap mengisi form pendaftaran lagi.

Q: Apa kriteria penilaian juri pada kompetisi ini?
A: Karya akan dinilai berdasarkan ide, cerita yang dibangun, dan kualitas eksekusi karya.

Q: Apa kriteria penilaian untuk propularitas karya?
A: Penentuan video dan esai foto terpopuler, 70% dari statistik aktivitas media sosial (Facebook dan Instagram) dan 30% dari peringkat pilihan juri.

Untuk Video Dokumenter

Q: Apa sih video dokumenter itu?
A: Video dokumenter adalah video hasil rekaman dari kejadian nyata. Termasuk kategori video non-fiksi. Hasil video dokumenter merupakan representasi dari kenyataan yang terjadi.

Q: Untuk editing, apakah harus juga menggunakan aplikasi editing di ponsel?
A: Video boleh diedit menggunakan video editor pada ponsel maupun diedit memakai software lain di komputer. Silakan meramu bahan-bahan video rekaman dari kamera ponsel menjadi video utuh yang menarik dengan software editing apa saja.

Q: Berapa lama durasi video?
A: Durasi maksimal video yang diikutkan kompetisi adalah 1 menit (60 detik). Sudah termasuk bumper in dan bumper out (jika ada).

Q: Mengapa harus 1 menit?
A: Karena sebanyak mungkin konten budaya yang terkumpul diharapkan dapat dengan mudah dan cepat menyebar melalui media sosial. Sehingga perlu tayangan yang singkat, namun menarik dalam cerita.

Untuk Esai Foto

Q: Apa esai foto itu?
A: Esai foto adalah salah satu genre dalam fotografi. Esai foto adalah kumpulan (lebih dari satu) foto yang mempunyai konsep, dibuat untuk menyampaikan peristiwa, pesan, informasi, atau cerita.

Q: Apa boleh mengedit foto karya?
A: Foto boleh di-edit menggunakan aplikasi editor foto di ponsel, Instagram (filter), ataupun di komputer.

Q: Apa parameter penilaian juri untuk kompetisi esai foto ini?
A: Penilaian foto berdasar: ide, rangkaian foto, dan narasinya. Jadi pastikan foto-fotomu memperlihatkan cerita yang menarik dan menginspirasi bagi yang melihatnya, serta disisipi narasi atau informasi yang memperkuat kesan.

Selamat mencoba dan kirimkan sebanyak-banyaknya karya terbaik kalian.

Comments

comments